Pelaksanaan PPDB Dinas Pendidikan Kota Makassar Menuai Kritikan Pedas Dari Ketua DPW MOI

oleh

 

ACCARITA, — Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Sulsel Media Online Indonesia (MOI), Muslimim menganggap, kisruh pelaksanaan penerimaan peserta didik baru bukan terjadi kali ini saja, tapi rutin dari tahun ke tahun.
“Bahkan sejak periode lalu, sudah seperti ini” kata Muslimin saat Auden’s bersama Plt Kadis Pendidkan di aula kantor Dinas Pendidikan kota makassar Jl. Agrek (3/7/2020).

Menurut Muslimin, yang juga pendiri KPPI ini, bahwa kisruh ini kembali muncul lantaran terjadi pembiaran. Sedangkan, pemerintah sebenarnya tahu potensi ini kerap muncul setiap tahun, terlebih proses tahun ini berlangsung di tengah wabah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. “Tiap tahun rame seperti ini, tapi gak ada penyelesaian. Ya ini namanya pembiaran,” ujarnya.

Mus sapaan sehari-harinya juga menganggap, munculnya masalah PPDB tahun ini karena bagian dari sistem PPDB yang setengah hati, atau lebih tepatnya zonasi setengah hati. Menurut dia, penerapan zonasi yang masih 50% juga turut menyumbang masalah baru bagi daerah-daerah, sehingga hal ini mempengaruhi kualitas pendidikan kita.

Untuk itu, Mus menyarankan agar Pemerintah atau Pj Walikota mengambil sikap dan perhatian penuh terhadap persoalan yang menahun ini. Ia khawatir jika masalah tersebut tak segera diselesaikan, maka akan mempengaruhi mutu pendidikan di Kota Makassar.

“Harusnya prof Rudi selaku PJ Walikota turun mengevaluasi panitia pelaksana PPDB yang terkait pendidikan, supaya sinergi. Jangan jalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini. Jadinya carut-marut. Korbannya adalah rakyat kecil dan anak muda generasi penerus bangsa ini,” katanya.

(RD-1)

Tentang Penulis: Penulis Website

Pimpinan Redaksi Accarita.com