Miris, Berkedok Wartawan Oknum Ini Jadi Pahlawan Kesiangan Dikubu Polri Ini Ciri-cirinya

oleh -47 views

MAKASSAR, ACCARITA, — Oknum wartawan berinisial AM alias UK yang diduga dekat dengan institusi kepolisian selalu menjadi pahlawan kesiangan setiap ada pemberitaan yang diangkat oleh teman-teman media yang sifatnya menyorot kinerja polisi.

Setiap ada pemberitaan yang saya angkat dimedia ku dan isinya itu menyorot kinerja polisi, pasti nah hubungika untuk jangan diviralkan bahkan nah suruh hapus itu pemberitaan,” ungkap salah satu rekan media yang tidak ingin disebutkan namanya.

Oknum wartawan tersebut dinilai merasa dirinya sudah sangat akrab dengan para petinggi dan anggota-anggota kepolisian jajaran Polda Sulsel khususnya wilayah Polrestabes Makassar.

Hal Ini terungkap saat oknum wartawan berinisal UK alias Amr, berupaya menghubungi lewat chat salah satu Kaperwil media online pada pukul 23:O9 WITA, selasa ( 29/11/2022).

Dari keterangan Kaperwil media online tersebut, AM alias UK menanyakan keberadaan posisinya untuk mengajak bertemu dengan tujuan agar pemberitaan yang diangkatnya tidak di tayangkan dan disebarkan bahkan AM alias UK meminta agar pemberitaan tidak dimuat lagi.

Kalau kita masih hargai saya, jangan diangkat,” ucap waratwan inisial UK alias Amr melalui Via chat  WA

Sebelum adanya permintaan dari AM alias UK untuk menghentikan pemberitaan, ada dua pemberitaan yang viral di medsos, dengan judul “Keluarga Korban Penganiayaan Oleh Oknum RW, Minta Polisi Tidak Tebang Pilih Menangani Proses Hukum” dan “Terkait Pengrusakan di Warnet, Diduga Ada Oknum Terima Suap Penghentian Kasus

Karena pemberitaan tersebut tidak ingin diviralkan akhirnya AM alias UK mendatangi Kaperwil media online tersebut di markas KNPI di Jl. A.P Pettarani,selasa 29/11/2022.

Oknum wartawan media online AM alias UK, malakukan penekanan dan menggertak saya soal dimuatnya berita yang viral itu agar segara distopkan, sok pahlawan,” terang Kaperwil media online.

AM alias UK juga menceritakan kasus yang disebut saudari inisial FT ini. FT merupakan narasumber dari dua pemberitaan yang disebutkan diatas.

Saya juga pernah kerja kasusnya dan saya lebih tau dari pada kamu (Kaperwil media online),” beber AM alias UK.

Saat itu saya bantu anaknya (FT) kemarin dan menghadap bapak Kapolres agar dibantu dikeluarkan,” lanjutnya menceritakan dirinya juga pernah kerja kasus (mafia kasus).

Namun Kaperwil media online merasa tidak punya kaitan dengan apa yang diceritakan AM alias UK, ia pun memberikan penjelasan kepada AM alias UK.

Saya pun memberikan bantahan ke oknum wartawan inisial UK alias AM. Saya ini murni, dia mau diwawancarai (narsum FT) untuk dipublis ke media, jadi kenapa harus kita yang mau temui saya ?, kenapa tidak konfrensi pers kalau Kapolres tidak bisa terima berita yang naik dan diviralkan dan ini kan keterbukaan pulbic,” jelas Kaperwil media online kepada AM alias UK

Namun bujuk rayu AM alias UK tetap diucapnya, bahkan ia mengatakan akan memfasilitasi pertemuan dengan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar hingga Kapolrestabes.

Kalau ini saya fasilisasi pertemukanki sama Kapolres dan Kasatreskrim , tapi kasih redam itu anak-anak media termasuk anak Fajar.co.id yang  rapa-rapa ya,” bujuknya kepada Kaperwil media online

Berita yang naik di Fajar.co.id yang disampaikan anggota ta cukup janganmi lagi dimuat-muat dipemberitaan,” terang AM alias UK dengan penuh kesungguhan untuk membujuk.

Hal demikian di sikapi Rahmayadi Ketua Advokasi Perhimpunan Jurnalis Siber Sulawesi Selatan memaparkan bahwasa seorang jurnalis itu bukan menjadi  calo akan tetapi menjadi seorang penulis yang tulen bukan menjadi markus, papar Rahmayadi

Saya juga sangat menyayangkan skali akan adanya pemberitaan yang menyudutkan sesama pekerja profesi kuli tinta dimana telah di muat di media online bahwa beberapa oknum wartawan menjadi seorang mucikari kasus namun tak di konfirmasi oknum wartawan yang telah didugakan tersebut, kami pula dari organisasi Perhimpunan Jurnalis Siber berharap agar dewan pers dapat menindak oknum wartawan yang semena-mena didalam pembuatan karya tulisnya yang tak seimbang tersebut, pungkas Rahmayadi

No More Posts Available.

No more pages to load.