Fasum Jalan Agus Salim Beralih Fungsi, Pemerintah Kota Makassar Kok Bisu ???

oleh

ACCARITA, Melawan lupa gitu yang dikatakan Para pedagang yang mengeluh adanya pedagang yang mengalihfungsikan fasilitas umum (Fasum) di pasar sentral Jalan Agus Salim, mereka dijadikan tempat hunian dan tak mendapatkan teguran keras dari pemerintah seakan-akan pemerintah bisu.

Belum lama ini, Pedagang Pakaian ber inisial HJ mengatakan protes pedagang berawal dari adanya penjualan lahan fasum jalan sebagai tempat jualan oleh sebagian pedagang yang terbakar jualannya pada tahun 2014 silam menurut HJ, sesuai site plan, lahan tersebut merupakan fasum buat jalanan dan menjadi hak jalan buat masyarakat umum.

“Kami sudah melakukan komunikasi belum lama ini dengan pemerintah kota makassar untuk duduk bersama, ketika memang ada permasalahan fasum fasos ayo kita selesaikan dan bongkar jualan dagagang tersebut ucap HJ sembari kecewa dengan pemerintah yang diduga pilih kasih.

“Warga berpedoman pada Undang-undang Tata Wilayah yang menyebutkan bahwa beberapa pedagang yang ada di atas jalan Agus Salim itu sudah menyalahi aturan yang ada hal tersebut dikarenakan dahulunya jalan Agus Salim itu luas namun begitu di tempati para pedagang akhirnya saat ini menjadi sempit dan malah kendaraan terkadang nggak bisa lewat,” ungkapnya.

Ridwan  juga mempertanyakan Perwali No 9 Tahun 2011 yang dianggap sebagai acuan untuk ditaati karna ketika barang milik pemerintah disalah gunakan oleh warga atau pedagang maka mereka sudah semestinya mendapatkan sanksi karna Fasum Jalanan tersebut sudah tahunan ditempati pedagang malah sudah dijadikan bangunan permanen, tanya Ridwan

Di temui dibalaikota belum lama ini Ansar Camat Kecamatan Wajo saat melakukan kegiatan rapat penyemprotan massal  memaparkan, “Untuk masalah pedagang yang telah puluhan tahun berjualan di atas jalan Agus Salim tersebut kami sudah sering kali menegurnya malah kami sudah pernah melakukan persuratan ke Dinas Tata Ruang dan Satpol PP untuk di tindakan, namun hingga saat ini belum juga ada tindakan”, paparnya

Kami juga tidak tak tahu siapa dibelakang pedagang tersebut hal tersebut dikarenakan sudah sering di tegur namun belum juga bergeser dari tempat jualannya tersebut dan malah saat ini bangunannya sudah berdiri kokoh layaknya rumah hunian yang permanen, pungkas Ansar

Disisi lain dikomfirmasi melalui telpon Whatsappnya PLT Kadis Tata Ruang Apriadi mengatakan, “Tolong kita kirim lokasi bangunan yang berdiri di atas Fasum Jalanan tersebut serta alamat lengkapnya dan akan kami tindaki hari senin ini, singkat Apriadi melalui telpon Whatsappnya

Ditempat lain ditemui diruang kerjanya Jum”at (19/6/2020) PLT Kabid Aset Pemerintah Kota Makassar Rahmat memaparkan di hadapan media, “Kami selaku pemerintah kota makassar, apabila tempat tersebut adalah jalanan yang di tempati berjualan pegadang tersebut maka kami akan segera menurunkan tim penegak perda, Papar Rahmat

Namun dalam hal ini untuk masalah aset Fasum Jalan sebenarnya yang lebih mengetahui adalah Dinas PU bagian Jalan, karna mereka pastinya punya datanya akan fasum jalan Agus Salim tersebut.

Walau demikian kami akan mencoba mencari datanya lokasi tersebut masuk dalam Fasum milik pemerintah atau bukan serta kami akan dalami terlebih dahulu, tutup Rahmat

Dari hasil investigasi tim media, salah satu pedagang yang juga memakai badan jalan Agus Salim, mengakui bahwasanya tempat mereka yang saat ini dijadikan tempat berjualan jika pemerintah ingin mengambil kembali fasum jalan ini maka kami siap membongkar dengan sendirinya kami punya bangunan jualan kami pak, dan kami sangat ingin pindah dari sini namun bangunan didepan (Bandung Gorden) masih berdiri kokoh makanya kami belum pindah, ucapnya ke media

Adapun salah satu sumber yang enggan di publik identitasnya dimedia mengatakan, “bahwa pemilik Bandung Gorden dibakup oleh orang kuat oknum anggota Dewan, dia juga ambil jasa kuasa hukum, padahal jelas-jelas lahan yang ditempati tidak memiliki alas hak yang sah dan hanya berupa kwitansi

 

(RD-1)

Tentang Penulis: Penulis Website

Pimpinan Redaksi Accarita.com