MAKASSAR — Potensi besar dari sektor parkir di Kota Makassar kembali menjadi sorotan tajam. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai, sektor ini selama bertahun-tahun menjadi sumber kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tersentuh pembenahan serius.
Berdasarkan data, sedikitnya 1,4 juta kendaraan melintasi Kota Makassar setiap hari, dan sekitar 30 persen di antaranya melakukan aktivitas parkir. Jika dikelola secara profesional dan transparan, potensi pemasukan daerah bisa menembus Rp1 miliar per hari. Namun, realisasi pendapatan dari sektor ini masih stagnan di kisaran Rp23 miliar per tahun.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Irfan Malluserang, menyebut kondisi tersebut sebagai kegagalan sistemik. Menurutnya, lemahnya pengawasan dan keberanian politik membuat kebocoran terus terjadi.
“Potensi parkir kita bisa Rp1 miliar per hari, tapi yang masuk ke kas daerah justru jauh dari angka itu. Ini bukan soal teknis semata, tapi soal keberanian politik pemerintah untuk membersihkan sistem,” tegas politisi PAN itu, Senin (7/7/25).
Irfan menilai, stagnasi PAD sektor parkir mencerminkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat luas. Ia mendesak agar digitalisasi sistem parkir segera diwujudkan dan pola manual ditinggalkan sepenuhnya.
“Kalau tetap bertahan dengan sistem lama, kebocoran akan terus terjadi. Digitalisasi adalah harga mati,” ujarnya.
DPRD juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PD Parkir Makassar, agar tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha daerah, tetapi menjadi motor utama perubahan sistemik di lapangan. (*/AC)










