Makassar, – Sekitar 300 warga yang tergabung dalam kelompok Warga Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan desakan terhadap pemerintah kota untuk segera menangani berbagai persoalan yang terjadi di Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala.
Dikoordinasi oleh Sandi Fajri, yang juga merupakan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Barisan Pejuang Keadilan, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pelayanan publik, infrastruktur, serta ketimpangan sosial yang mereka rasakan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam suasana aksi yang tertib dan penuh semangat, perwakilan massa akhirnya diterima oleh empat anggota DPRD Kota Makassar dari lintas fraksi, yakni H. Sangkala Saddiko (Fraksi PAN), Andi Hadi Ibrahim Baso dan Hartono (Fraksi PKS), serta Dr. Udin Shaputra Malik (Fraksi PDI-P). Pertemuan berlangsung di Ruang Aspirasi DPRD Makassar dan menjadi forum awal dalam menindaklanjuti keluhan warga.
Dalam dialog singkat namun konstruktif tersebut, para legislator menegaskan komitmen mereka dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. DPRD menyampaikan tiga langkah utama sebagai respons awal terhadap tuntutan warga:
Menerima dan mendokumentasikan seluruh aspirasi secara resmi, yang akan dituangkan dalam bentuk surat dan diteruskan kepada pimpinan DPRD.
Mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat bersama instansi teknis terkait untuk menggali lebih dalam permasalahan yang disampaikan.
Menjamin bahwa pelayanan terhadap masyarakat Kota Makassar, khususnya di wilayah Bitowa, akan menjadi perhatian serius DPRD.
“Kami mengapresiasi sikap kritis masyarakat, khususnya Warga Bersatu. Apa yang disuarakan hari ini adalah bagian dari demokrasi. DPRD akan mengawal setiap langkah penyelesaian masalah yang terjadi di Kelurahan Bitowa,” ujar Dr. Udin Shaputra Malik dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Sandi Fajri berharap agar pertemuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi langkah awal untuk aksi nyata di lapangan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Bitowa sudah terlalu lama menunggu perhatian dari pemerintah, dan kini saatnya untuk bergerak bersama demi perubahan.
Aksi ditutup dengan harapan bahwa hasil dari pertemuan ini akan segera terlihat dalam tindakan konkret DPRD dan Pemerintah Kota Makassar. Warga menyatakan akan terus memantau perkembangan dan siap kembali menyuarakan aspirasi jika belum ada tindak lanjut nyata.(*)










