MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Hartono, menegaskan perlunya kajian ulang terhadap rencana pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), terutama di wilayah Kecamatan Manggala. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna penyampaian laporan hasil pelaksanaan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2024–2025, Jumat (15/08/25) di Gedung DPRD Makassar.
Menurut Hartono, aspirasi mayoritas warga Manggala justru mendukung proyek PSEL karena dianggap sebagai solusi strategis atas permasalahan penumpukan sampah yang kian mengkhawatirkan. Data tahun 2024 menunjukkan sekitar 300 ribu ton sampah menumpuk di wilayah tersebut, namun hanya sekitar 2 persen yang berhasil diolah.
“Masalah sampah ke depan akan menjadi tantangan besar bagi Kota Makassar. PSEL bukan sekadar fasilitas, tapi solusi nyata. Yang lebih penting adalah bagaimana sampah itu dikelola agar memberi manfaat, termasuk menghasilkan energi listrik,” ujar Hartono.
Politisi dari Fraksi PKS ini menekankan bahwa keberhasilan proyek PSEL harus diukur dari efektivitas pengolahan sampah, bukan sekadar lokasi atau pembebasan lahan. Pemerintah diharapkan memperhatikan masukan masyarakat agar proyek berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
Selain PSEL, Hartono memaparkan aspirasi warga Dapil IV yang mencakup Kecamatan Manggala, Panakkukang, dan sekitarnya. Beberapa isu yang disoroti antara lain:
-
Perbaikan infrastruktur jalan dan rehabilitasi drainase untuk pengendalian banjir
-
Normalisasi saluran got
-
Pelatihan pengurus koperasi Merah Putih
-
Peningkatan layanan kesehatan dan pembenahan sistem penerimaan siswa baru
-
Perbaikan sistem pendataan penerima bantuan sosial
“Seluruh aspirasi ini sudah kami sampaikan ke Pemerintah Kota Makassar untuk ditindaklanjuti. Khusus untuk PSEL, kami memberikan dukungan penuh terhadap pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan,” tutup Hartono.
Langkah ini menjadi bukti nyata peran DPRD sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat, memastikan setiap proyek strategis berjalan efektif, aman, dan sesuai aspirasi warga. (*)








