Puji F8, Sadap Salam Komando Bersama DP

oleh

ACCARITA – Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8), yang berlangsung digelar di Sunset Cove 8, Citraland City Losari, Kawasan Tanjung Bunga Kota Makassar cukup memukau ribuan pengunjung.

Bahkan salah satu kandidat Balon Wali Kota Makassar, Syarifuddin Dg Punna (SAdAP), hadir dalam festival spektakuler itu.

Dia mengaku salut dan memuji penyelenggara festival tersebut yang merupakan kansnya di Pilwalkot 2020 mendatang yakni Ramdhan Pomanto yang akrab disapa Danny Pomanto (DP).

SAdAP yang mendapat undangan di event malam itu bertemu mesra dengan Danny Pomanto, keduanya berpelukan lalu salam komando. Pengunjung pun melihat kedua balon Wali Kota Makassar itu dengan mesrah, disambut tepuk meriah.

SAdAP kepada awak media mengaku salut dengan Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8), yang digelar tersebut oleh Danny Pomanto.

“Festival and Forum (F8) berjalan sukses. Saya salut dengan festival F8 digelar oleh Pak Danny tersebut. Namun saya pribadi menyarankan kepada Wali Kota terpilih nanti agar festival F8 terus berlanjut,” ujar SAdAP.

Dia mengungkapkan jika dirinya mendapat amanah oleh masyarakat kedepan jadi Wali Kota, tidak hanya sekali setahun saja festival F8 digelar. Namun dirinya akan membuat festival F8, empat kali dalam sebulan.

“Kalau saya mendapat amanah dari masyarakat jadi Wali Kota. Insya Allah saya akan melanjutkan festival F8 empat kali dalam sebulan yang dibagi empat zona di Makassar,” tukasnya.

Menurut SAdAP, masyarakat Makassar membutuhkan tempat wekend di daerahnya sendiri. Hanya saja saat ini tempat untuk weekend, mereka manfaatkan ke daerah lain.

“Jadi memang di Makassar cukup butuh weekend yang begitu spektakuler bila perlu setiap bulannya empat kali dan itu di bagi empat zona. Nah Insya Allah saya akan melanjutkannya,” beber SAdAP.

Sementara itu warga melihat Dani mesrah dengan SAdAP menilai bahwa perihal tersebut tentu harus diperlihatkan ke masyarakat bahwa balon yang berhelat dipanggung demokrasi pilwalkot Makassar menampakkan sikap harmonis.

“Saya melihat kedua balon Wali Kota Dany dan SAdAP cukup mesrah. Semoga semua balon lainnya bila bertemu juga mesrah dengan kans-nya. Mereka harus menampakkan sikap harmonis agar pesta pilwalkot nantinya berjalan dengan aman dan damai. Intinya meski masyarakat beda pilihan. Namun jangan saling bercerai berai nantinya. Hanya karena berbeda pilihan hingga memutuskan tali silaturrahmi. Siapa pun yang terpilih nantinya jadi Wali Kota itulah pemimpin (Wali Kota) kita,” ungkap Riyan, Selasa (15/10/2019)

Bakri seorang pengunjung mengungkapkan bahwa kedua balon Wali Kota, Dani dan SAdAP adalah balon Wali Kota terkuat jika keduanya berpaket. Mungkin lebih pantas karena keduanya merupakan pengusaha sukses sehingga Kota Makassar lebih baik.

“Kalau saya berpendapat setiap daerah itu cepat maju jika latar belakang balon itu adalah pengusaha yang memiliki jaringan cukup luas baik dalam negaranya sendiri khususnya di Indonesia serta diluar negeri. Nah seperti itu pendapat saya,” ujar Bakri.

Dia mencontohkan salah satu Kabupaten yang maju di Sulsel tak lain, Kabupaten Bantaeng. Kala itu Bupatinya Prof. Nurdin Abdullah yang kini Gubernur Sulsel.

“Nah Makassar sudah jadi Kota Dunia. Dimana menjadi titik penting dalam sistem ekonomi. Melihat nasib rakyat juga sudah menjadi masyarakat sejahtera standar dunia. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi jika Wali Kota dan Wakilnya yang terpilih nanti sudah membangun hubungan emosional terhadap investor baik dalam negeri maupun dari luar,” beber Bakri.

Menurut Bakri lagi, bahwa semua balon yang maju di pilwalkot Makassar adalah balon yang memikirkan tanah kelahirannya, dan mereka punya niat ingin memperbaiki tanah kelahirannya.

“Yang saya lihat semua balon adalah Putra dan Putri petarung yang ingin memperbaiki tanah kelahirannya. Saya sangat mengapresiasi mereka para balon Wali Kota. Hanyalah garis tangan yang menentukan mereka yang bertarung. Intinya kita sebagai masyarakat mendukung mereka para balon yang bertarung, diharap masyarakat selalu budayakan sipakatau, sipaka inga’ sipaka lebbi,” tandasnya.