PEMERINTAH WAJIB MEMIKIRKAN NASIB RAKYATNYA, AKIBAT VIRUS COVID 19

oleh -0 views

 

ACCARITA,– Tak bisa dipungkiri Covid 19 sangat berimbas ke perekonomian, khususnya perekonomian bagi masyarakat yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian, misal, tukang batu, penggarap sawah, tukang becak (bentor) dan banyak lagi pekerjaan yang menggantungkan hidupnya dengan berkerja setiap harinya, pada dasarnya masih banyak masyarakat miskin yang tidak tersentuh PKH,
Yang seharusnya dipikirkan untuk bisa dibantu, “EFEK COVID 19 jauh lebih banyak ketimbang yang menjadi korban langsung.

Dimensi sosial wajib dikedepankan karena DANA yang dipakai bersumber dari RAKYAT, lebih baik mengeluarkan Anggaran APBD dari pada rakyat ber bisik bisik dengan asumsi PEMERINTAH sudah tidak peduli rakyatnya.

APBD boleh diperuntukkan ke masyarakat yang membutuhkan, tidak ELOK ditengah musibah Nasional Rakyat dibiarkan Berjuang Sendiri sementara untuk kebijakan Rakyat dikandang paksa.
Bantulah Rakyat ditengah tengah kisruh covit 19 virus corona, karena ini bukan soal siapa yang terkena ODP- PDP- Positif Covid 19, tapi ini menyoal ke EFEK SOSIAL yang membutuhkan campur tangan pemerintah,

Jangan biarkan Masyarakat Menangis di tengah Malam memikirkan esok hari untuk makan,
Hal demikian tak terlihat adanya kegiatan bakti sosial dari pihak pemerintah Kabupaten Gowa, padahal anggarannya ada yang dikhususkan oleh pusat, bahwa anggaran dana Desa dipotong guna diperuntukkan buat masyarakat miskin yang berdampak oleh tragedi Covid 19.

RAHMAYADI HUMAS POROS RAKYAT INDONESIA

Sama halnya yang dipaparkan Humas DPP LEMBAGA POROS RAKYAT INDONESIA, Rahmayadi, dimana hasil penelusurannya mengatakan “Pemerintah Kabupaten Gowa dalam hal menanggapi persoalan ini, tak serius didalam memberikan Edukasi maupun bantuan terhadap masyarakatnya” kata Rahmayadi.

Selain itu sambung Rahmayadi, kami menilai apa yang dilakukan pihak pemerintah daerah maupun Desa diduga dalam hal ini hanya membuat Slogan semata dimana membagikan selebara himbauan, menurut kami selebaran kertas tersebut tak dibutuhkan oleh masyarakat melainkan Sembako atau makanan, sambungnya.

Hal senada diutarakan Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia, Sidiq Dg Emba, bahwasanya apa yang kami lihat sejak adanya kisruh Virus Covid19, pemerintah khususnya di Kabupaten Gowa tak peka akan perihal ini masyarakat di suruh tinggal dalam rumah namun tak mendapat bantuan dari pemerintah. ” kata Emba.

Sidiq Dg Emba Ketum Poros Rakyat

Seharusnya pemerintah kabupaten bisa menyisipkan anggaran makan minumnya buat masyarakatnya kerena setelah kami melihat dilapangan kebanyakan masyarakat terpaksa keluar rumah mengais rejeki, hal tersebut dilakukan karena apabila mereka tinggal dirumah apa yang mau mereka makan, ” tambahnya

(Tim).

Tentang Penulis: Penulis Website

Pimpinan Redaksi Accarita.com