MAKASSAR — Ramadan 1446 Hijriah kembali menghadirkan suasana damai dan penuh berkah bagi warga Kota Makassar. Di tengah gema doa dan lantunan ayat suci, sebuah kabar menggembirakan datang dari Perumda Air Minum Kota Makassar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perusahaan daerah ini kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membebaskan biaya pemakaian air untuk seluruh rumah ibadah selama bulan suci Ramadan.
Tak hanya untuk masjid, kebijakan mulia ini juga mencakup semua rumah ibadah di Makassar—gereja, pura, vihara, dan lainnya.
“Kemuliaan Ramadan harus bisa dirasakan oleh semua. Ini bukan soal agama, ini soal kemanusiaan dan kebersamaan,” ujar Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar, saat safari Ramadan di Masjid Nurul Ikhtiar, Jalan Mangerangi, bersama Wali Kota Makassar, H. Munafri Arifuddin.
Dengan penuh ketulusan, Beni menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan agenda rutin yang sudah menjadi komitmen Perumda Air Minum Kota Makassar tiap tahunnya.
“Ramadan ini bulan berkah, bulan pengampunan. Kami ingin rumah-rumah ibadah menjadi tempat yang tenang, nyaman, dan tidak terbebani oleh urusan operasional seperti tagihan air. Biar para jemaah bisa fokus beribadah,” tambahnya.
Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, terutama para pengurus rumah ibadah. Selain meringankan beban finansial, langkah ini juga dinilai mempererat tali persaudaraan lintas agama di Kota Makassar.
“Ini bentuk nyata dari semangat toleransi dan pelayanan publik yang humanis,” ucap salah satu pengurus gereja di kawasan Panakkukang.
Perumda Air Minum Kota Makassar kembali menunjukkan bahwa pelayanan publik bukan sekadar tentang angka dan pipa air, tetapi tentang menyentuh kehidupan, mengalirkan kebaikan—apalagi di bulan suci Ramadan. (*)










