MAKASSAR — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengganti seluruh kendaraan dinas (randis) pejabat dengan mobil listrik mulai tahun 2026 mendapat dukungan dari DPRD. Namun, dukungan itu disertai catatan penting: infrastruktur pengisian daya atau SPKLU harus siap sebelum kebijakan diterapkan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Makassar, Kasrudi, menilai kebijakan yang diinisiasi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) itu selaras dengan arah kebijakan nasional menuju penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan efisiensi anggaran.
“Kalau memang niatnya untuk mendukung efisiensi, saya mendukung penuh. Pemerintah pusat juga sudah menekankan soal ini,” ujar Kasrudi, Kamis (28/8/25).
Namun, ia mengingatkan bahwa transisi ke kendaraan listrik tak bisa hanya sebatas pengadaan armada. Tanpa infrastruktur pendukung, kebijakan bisa mandek di tengah jalan.
“Mobil listrik kan tidak pakai BBM. Kalau tidak ada SPKLU, bagaimana mau jalan? Jangan sampai kita sudah sewa mobil, tapi tidak bisa dipakai. Itu kan sia-sia,” tegasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Munafri Arifuddin telah menyampaikan bahwa mulai tahun depan Pemkot tidak lagi membeli randis, melainkan menggunakan skema sewa empat tahun. Dengan pola ini, biaya perawatan dan operasional ditanggung penyedia kendaraan.
“Lebih efisien, tidak ada lagi masalah randis berpindah tangan saat pejabat berganti,” jelas Appi.
Tahap awal program ini akan melibatkan 50 unit mobil listrik untuk kepala dinas, camat, dan kepala bagian. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan bus listrik untuk memperkuat transportasi publik di kawasan perkotaan.
Kasrudi menyebut, meski belum masuk dalam APBD Perubahan 2025, rencana tersebut berpeluang besar dibahas dalam APBD Pokok 2026.
“Tinggal bagaimana pembahasan nanti di DPRD. Prinsipnya, kami mendukung asalkan infrastruktur pendukungnya siap,” tegasnya.
Kebijakan elektrifikasi randis ini juga menjadi tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan listrik di instansi pemerintah.
“Ini bukan hanya soal efisiensi, tapi komitmen kita menghadirkan udara bersih dan budaya hemat energi di Makassar,” tutup Appi. (*)










