DPP APKAN RI Kecam RSU Wahidin Bayi Meninggal Tak Bisa Dibawa Pulang

oleh

Makassar, Accarita.com — Warga miskin dilarang sakit, pribahasa itu mungkin juga ada benarnya, hal tersebut terbukti dialami oleh salah seorang warga miskin di Takalar yang bernama ibu Yuni.

 

Bagaimana tidak, ibu Yuni yang terkendala oleh BPJS sempat panik, karena anaknya yang bernama rahman (1 bulan) menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat dirawat selama 3 hari di ruang PICU Rumah Sskit Wahidin Makassar, namun mayat bayinya tak bisa dia bawa pulang sebelum menyelesaikan biaya perawagan sebesar kurang lebih 12 juta rupiah.

 

Ibu Yuni pun panik, karena dirinya sama sekali tidak punya uang, namun ternyata tuhan maha tahu kesulitan hambanya,  ada juga orang yang baik hati mau meminjamkannya sebesar 5 juta Rupiah, ibu Yuni pun menghadap ke managemen untuk memohon agar mayat bayinya bisa dibawa pulang dengan membayar panjar sebesar Rp. 5 juta, dan berjanji akan menyelesaikannya besok (senin red), yang penting mayat bayinya bisa dia bawa pulang.

 

Dengan adanya keluhan ibu Yuni di langsir media Sulselberita.com  ini akhirnya mendapat perhatian serius dari Dewan Pimpinan Pusar Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (APKAN RI)

 

Betapa tidak, penuturan Yuni pun panik, karena dirinya sama sekali tidak punya uang, namun ternyata tuhan maha tahu kesulitan hambanya,  ada juga orang yang baik hati mau meminjamkannya sebesar 5 juta Rupiah, ibu Yuni pun menghadap ke managemen untuk memohon agar mayat bayinya bisa dibawa pulang dengan membayar panjar sebesar Rp. 5 juta, dan berjanji akan menyelesaikannya besok (senin red), yang penting mayat bayinya bisa dia bawa pulang.

 

Melakui Rahmayadi selaku Karo Humas DPP APKAN RI Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia mengatakan bahwa harusnya pihak RSU Wahidin bisa memberikan kebijakan terhadap Ibu Yuni, hal tersebut dikarnakan selain Yuni orang tak mampu anaknya juga sudah meninggal, Tegasnya

 

“Kami dari aliansi pemantau kinerja aparatur negara berharap agar pihak Wahidin memberikan kebijakan ke Ibu Yuni dan jikalau tidak kami selaku Pemantau Apararus Negara akan turun langsung ke RSU Wahidin mengusut tuntas terkait persoalan Ibu Yuni, dan hal hal lainnya tegas Rahmayadi, Minggu (05/01/20)

 

Apa yg terjadi dirumah sakit WA HIDIN MAKASSAR sesungguhnya telah mencederai KEMANUSIAAN. Dengan Alasan apapun, JIKA MISAL JENASAH BALITA DITAHAN KARENA UNSUR PEMBAYARAN TIDAK APUNYA BPJS.

Seharusnya sesuai pembicaraan pihak Humas belum lama mengatakan bahwa tidak pernah terjadi PENAHANAN PASIEN MENINGGAL karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Berarti jika ini terjadi maka ini yang pertama.
Betapa nilai nilai kemanusiaan semakin terkikis, semua tergerus oleh yang namanya kartu jaminan.
Segitu saktinya kartu KIS & BPJS.
(R2)

Tentang Penulis: Penulis Website

Pimpinan Redaksi Accarita.com

No More Posts Available.

No more pages to load.