MAKASSAR — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menambah armada bus listrik gratis bagi pelajar melalui sistem sewa (leasing) mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.
Namun, dewan mengingatkan agar kebijakan ini tidak diambil tergesa-gesa dan perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di masa mendatang.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Fahmi Husain, menilai skema sewa bisa menjadi langkah efisien karena beban perawatan tidak ditanggung langsung oleh pemerintah.
“Kalau skemanya sewa, tentu perawatan jadi tanggung jawab penyedia kendaraan. Ini bisa meringankan APBD, tapi tetap perlu perhitungan matang agar tidak justru lebih mahal dalam jangka panjang,” ujarnya.
Fahrizal juga menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan armada agar bus tidak menganggur setelah jam sekolah.
“Bus bisa difungsikan untuk kebutuhan pelayanan umum di siang atau sore hari. Harus ada strategi pemanfaatan yang jelas,” tambahnya. Selasa (29/7/2025).
Dukungan juga datang dari legislator Fraksi Gerindra, Budi Astuti, yang menilai program ini sebagai langkah positif untuk meringankan beban transportasi pelajar dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
“Kami mendukung penuh. Banyak pelajar yang selama ini bergantung pada kendaraan orang tua. Dengan bus listrik, ini lebih hemat, aman, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Meski demikian, Budi mengingatkan agar Pemkot juga melakukan evaluasi trayek dan pemerataan layanan hingga wilayah pinggiran.
“Jangan hanya fokus di pusat kota. Anak-anak di pinggiran juga butuh akses transportasi yang sama,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan bahwa penambahan bus listrik merupakan bagian dari komitmen Pemkot menghadirkan transportasi ramah lingkungan dan pendidikan inklusif.
“Bus sekolah gratis membantu keluarga menghemat biaya transportasi. Kalau satu anak butuh Rp10.000 per hari, dalam sebulan bisa Rp200.000. Jadi manfaatnya langsung terasa bagi masyarakat,” kata Appi, Kamis (24/07).
Appi juga menjelaskan bahwa sistem sewa masih dalam tahap kajian, termasuk efektivitas dan tanggung jawab perawatan dari pihak ketiga.
“Kalau ada kerusakan, penyedia langsung ganti. Ini bisa lebih efisien dibanding beli baru,” jelasnya.
Dengan rencana ini, Pemkot Makassar berharap bisa memperluas jangkauan layanan bus sekolah hingga ke wilayah yang belum terlayani transportasi publik dan memperkuat citra Makassar sebagai kota ramah anak dan ramah lingkungan. (*/AC)








