Wow….Kabag Humas Pemda Takalar Terkesan Pilih Kasih???

oleh -40 views

ACCARITA. — Mulai panas di perbincangkan kinerja Syainal Manan selaku kabag Humas Sekretariat Kantor Bupati Takalar. Banyak kalangan menilai bahwa kinerja Kabag Humas sekarang terbilang paling bobrok melayani insan pers di banding semua pendahulunya.

Dan yang paling banyak menjadi perbincangan insan pers adalah terkait dana iklan publikasi dan juga langganan koran. Menurut pemantauan di humas bahwa keterhambatan pencairan terdengar berbagai cerita. Kalau dulu semua yang menyangkut kwitansi konon lama diruangan sekda H.M. Arsyad sehingga prosesnya terhambat, ini alasan sebelum sekda Takalar terpapar covid-19 beberapa bulan lalu. Kemudian muncul hal yang di nilai alasan bahwa semua berkas pencairan sudah selesai di meja sekda, namun yang jadi kendala berikutnya bahwa bendahara pengeluaran Muhammad Amri yang tidak agresi dalam mengurus pencairan dana yang menyangkut publikasi. Namun entahlah. Karena kebenarannya terletak di mana.

Hal ini hendak di konfirmasi kepada kabag humas Syainal Mannan, namun menurut informasi yang di terima di ruangan. Bahwa kabag humas lagi keluar.

“Keluarki Pak Kabag” ungkap seorang staff.

Perlu di ketahui bahwa. Terkait dana pembinaan pers di humas, konon ada segelintir media yang terkesan di prioritaskan sehingga dana di gelontorkan nilainya lebih “Wah” di banding media lainnya. sehingga hal ini pun menimbulkan pertanyaan yang menggelitik. Jika di banding dengan yang aktif memberitakan hingga puluhan berita setiap bulannya. Namun nilainya sangat jauh diberikan dari media yang “terkesan” di prioritaskan. Disinilah dinilai Kabag Humas memperlihatkan ketidak adlilannya menilai jasa pemberitaan dan terkait publikasi, karena ada bukti pilih kasih.

Olehnya itu diharapkan kepada rim BPKP RI untuk menelisik lebih cermat terkait penggunaan anggaran pada Bagian Humas sekretariat Daerah Takalar. Karena menurut informasi bahwa anggaran yang di kelolahnya sebesar Tiga Miliar rupiah, dan konon walaupun ada pemotongan terkaid covid-19 hanya sebesar 250 jura saja.

Dan terkait pencairan kwitansi dalam hal iklan dan publikasi banyak yang belum cair walau sudah di masukkan sejak Empat bulan yang lalu.

“Mungkin lebih bagus kalau kabag humas dan jajarannya dimutasi semua, sebagai bentuk penyegaran.” Ungkap seorang wartawan, yang kali ini identitasnya tidak di publis.(Red)

Tentang Penulis: Penulis Website

Pimpinan Redaksi Accarita.com