SaDaP Ingatkan Bahaya Paham Radikalisme. Ini Pesannya

oleh -2 views

ACCARITA – Kandidat calon Walikota Makassar, Syarifuddin Daeng Punna (SaDaP) mengingatkan soal bahaya paham radikalisme dalam hidup bertetangga dan bermasyarakat.

Karena bisa menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat, sehingga perlu diwaspadai, minimal mengantisipasi timbul paham tersebut.

SaDaP mengatakan, indikasi orang yang terpapar dan terjangkiti dan paham radikalisme, diantaranya, merasa paling benar, tidak mengakui atau menerima pandangan orang lain.

“Hati-hatiki dengan paham radikalisme. Ciri-ciri utamanya orang yang terpapar paham tersebut tidak mau menerima kebenaran bahkan yang parah mengkafirkan orang-orang yang tidak sependapat atau sepemikiran dengannya atau kelompoknya,” urai SaDaP saat bertemu dengan sejumlah pemuda asal Makassar yang sedang berada di Jakarta di Warkop Phoenam, Jl Wahid Hasyim, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Menurut SaDaP, warga Makassar berasal dari berbagai macam etnik, suku dan agama.Olehnya itu, kata SaDaP dengan kultur yang berbeda diharapkan tetap menjaga persatuan dalam keberagaman.

“Makassar rumah kita bersama. Jaga Makassar agar tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa saja,” ungkap SaDaP disambut meriah para pemuda yang tergabung dalam organisasi Gerakan Milenial SaDaP (GAMIS) yang baru saja terbentuk.

Sementara itu, Ketua Gerakan Milenial Sadap (GAMIS) Kota Makassar, Taufik meminta kepada anggota GAMIS untuk mensosialisasikan SaDaP di tengah masyarakat dengan menginformasikan serta menawarkan program-program SaDaP di kalangan milenial.

“Radikalisme menjadi salah satu perhatian khusus SaDaP demi menjaga ketentraman dan ketertiban dalam hidup bermasyarakat,” ungkap Taufik.

Olehnya itu, kata Taufik, salah satu cara membendung paham radikalisme tumbuh, yakni merangkul dan memberdayakan para pemuda dengan menggali potensi dan keahlian masing-masing.

“SaDaP paham betul arti penting dan peranan pemuda. Pemuda adalah garda bangsa. Pemuda generasi penerus bangsa. Pemuda harus diberi ruang untuk bekerja dan berkreasi. Tanpa peran pemuda pembanguan sebuah daerah tidak akan maju,” ungkap Taufik. (*)