Pasaran Kain Tenun Daerah Andi Muh Yasir Lakukan Pembinaan Untuk Penenun Makassar

oleh

 

ACCARITA, — Kain Tenun di Kota Makassar terbilang kurang dikenal secara luas dibandingkan tenun ikat dari daerah lain.

Jadi Dinas Perdagagang melaksanakan peningkatan terhadap budaya lokal perlu kita kembangkan kami pula mempunyai personil pembuat kain tenun, ucap Andi Muh Yasir

Kegiatan menenun ini dilaksanakan di 15 Kecamatan Kota Makassar mayoritas dilakukan oleh kaum perempuan sebagai mata pencaharian mereka.

Dibeberapa Kecamatan merupakan beberapa pembuat sentra kain tenun dikota makassar, tambahnya

Tenun Lontara dibuat dengan menggunakan alat tenun tradisional seperti benang khusus serta pewarnaan alam dari tumbuhan seperti akar, batang kayu, dan daun.

Upaya pengembangan terhadap tenun Lontara pun belum dilakukan secara signifikan.

Dengan itu, Dinas Perdagagang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar dan Perbankan tergerak mengembangkan tradisi setempat dengan melakukan program pembinaan kepada pengrajin tenun Lontara.

Dinas Perdagagang akan melibatkan peran fashion designer yang telah kami nyakini sudah berpengalaman sebagai konsultan untuk melakukan revitalisasi terhadap tenun Lontara.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tenun serta mendorong pemasaran tenun khas makassar ke tingkat nasional bahkan dunia.

Kami sudah melakukan pendampingan terhadap para perempuan pengrajin tenun di 15 Kecamatan untuk mengembangkan kerajinan tenun tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya.

“Pengembangan tenun khas makassar ditujukan untuk melestarikan kearifan lokal dengan mengikuti dinamika kehidupan masyarakat yang semakin modern,” ujar Andi Muh Yasir, di Gedung Dekranasda Rabu (3/6/2020) Jalan Losari

Apalagi motif Makassar berupa Tulisan Lontara yang menjadi ciri khas tenun Sulawesi Selatan sangat mendukung untuk diaplikasikan dalam desain busana yang modern.

Tenun hasil pengembangan diupayakan agar lebih nyaman dipakai dan dapat diolah menjadi ragam produk fashion sehingga tidak hanya dibuat dan dipasarkan dalam bentuk kain sarung seperti yang telah dilakukan selama ini,” ungkap pria mantan Kadis Damkar ini

Program pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi penenun di beberapa kecamatan yang ada di Kota Makassar.

Dengan begitu, diharapkan tenun hasil pengembangan memiliki daya pakai dan daya jual lebih tinggi.

(Rahmayadi)

Tentang Penulis: Penulis Website

Pimpinan Redaksi Accarita.com