Dekranasda Sulsel Paparkan Kinerja di Webinar Dekranas

oleh

ACCARITA – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar bincang sore secara virtual, Sabtu, 4 Juli 2020. Webinar seri pertama ini mengangkat tema Adaptasi Kebiasaan Baru Sektor Kerajinan dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas Melalui Platform Digital.

Kegiatan diawali sambutan ketua umum Dekranas, Hj Wury Ma’ruf Amin dan Tri Tito Karnavian. Webinar yang dipandu oleh Astri Megatari menghadirkan tiga pembicara yakni; Plt.Deputi Bid. Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Josua Simanjuntak, Staf Khusus Menteri PPPA Samuel Wattimena dan Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Shopee Indonesia Radityo Triatmojo.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Dekranasda Sulsel, Ir. Hj. Liestiaty F. Nurdin, M.Fish meminta kepada seluruh anggota Dekranas dan Dekranasda Provinsi serta Kota untuk terjun langsung mengembangkan kualitas produk perajin agar para pembeli baik lokal maupun internasional bangga akan produk kita. “Kami di Dekranasda Sulsel, terus berupaya melakukan itu, kami beri motivasi dan arahan agar mereka bisa tetap produktif dengan kualitas yang membanggakan meskipun sedang dilanda wabah Covid-19,” ujarnya.

Liestiaty F. Nurdin menyebutkan bahwa pihaknya terus bergerak membantu para perajin binaan, diantaranya dengan mencarikan market untuk hasil kerajinan mereka, mencari bantuan permodalan, kemudahan dalam pengiriman kerajinan hingga sekolah perajin. “Menurut kami, tidak cukup jika hanya sebatas ilmu saja yang diberikan, tetapi penting juga kami membantu perajin bagaimana supaya produknya bisa berkualitas dan laku dipasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Samuel Wattimena mengatakan bahwa di masa saat ini, penting bagi perajin membuka diri untuk berkolaborasi dengan konsumennya khususnya untuk mendesain produk-produknya. “Perajin juga harus sering-sering meng-update perkembangan gaya hidup dan selera pasar saat ini, agar kerajinan yang dihasilkan bisa laku keras. Dan yang terpenting, sisihkan 10% untuk kegiatan sosial dari keuntungan yang didapatkan,” bebernya.

Joshua Simanjuntak menuturkan bahwa sisi lain dari adanya pandemi Covid-19 ini semua perajin bisa melek digital, sehingga pangsa pasarnya bisa semakin meluas. “Mari kita sama-sama mendukung gerakan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan 14 Mei 2020 oleh Presiden RI. Selain itu, para perajin juga butuh pendampingan khusus utamanya dalam mengedukasi mereka dari yang tadinya cuma jualan offline ke jualan online” pesannya.

Dilain pihak, Radityo Triatmojo menjabarkan bahwa terdapat peningkatan penjualan sebesar 80% ketika perajin juga berjualan secara online. “Shopee telah membina kurang lebih 40 ribu UKM melalui bisnis online dengan memberikan pelatihan melalui video youtube, pemasaran, kurasi produk bahkan kami memberikan spesial room bernama Kreasi Nusantara bagi produk-produk kerajinan di aplikasi marketplace kami,” urainya.

Webinar Seri 1 ini juga diikuti sejumlah perajin binaan Dekranasda Sulsel. Beberapa kesimpulan dari pertemuan virtual ini adalah pentingnya sebuah produk memiliki story behind sehingga nilainya lebih berkualitas, faktor kemasan sangat mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli dan upayakan selalu meminta testimoni pelanggan melalui sosial media.